Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Kejadian Ajaib Selama Perjalanan Isra Mi'raj yang Wajib Kamu Ketahui

Pernah nggak sih kamu membayangkan sebuah perjalanan dari Masjidil Haram di Kota Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina ditempuh hanya dalam satu malam pada masa nabi Muhammad? Dan bukan cuma itu saja sebab pada perjalanan tersebut berlanjut menembus langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Inilah pengalaman luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam yang penuh keajaiban dan pelajaran mendalam.

Isra Mi’raj bukanlah sekadar kisah spiritual yang menggetarkan hati. Peristiwa ini membawa perubahan besar dalam kehidupan umat Islam, terutama dengan ditetapkannya kewajiban shalat lima waktu. Di dalam perjalanan malam tersebut, terdapat banyak kejadian yang luar biasa terjadi dan tidak hanya menguatkan iman, tetapi juga mengajarkan makna ketundukan dan kasih sayang Allah SWT.

Pada artikel ini, kita akan membahas tiga peristiwa paling menakjubkan dalam Isra Mi’raj yang patut kamu ketahui. Mari kita menyelami perjalanan spiritual ini dengan sudut pandang yang lebih dekat dan membumi.


Apa Itu Isra Mi’raj? Sekilas Tentang Peristiwa Besar Ini

Sebelum masuk ke dalam kisah-kisah ajaibnya, penting bagi kita untuk memahami apa yang dimaksud dengan Isra Mi’raj. Peristiwa ini terdiri dari dua tahappan perjalanan yang terjadi dalam satu malam.

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di kota Mekah menuju Masjidil Aqsa di kota Palestina. Dalam perjalanannya, beliau menaiki Buraq, makhluk istimewa yang bergerak dengan kecepatan luar biasa.

Mi’raj adalah perjalanan lanjutan, yaitu naiknya Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa ke langit hingga Sidratul Muntaha. Di sanalah beliau bertemu para nabi pendahuluNya dan menerima perintah shalat langsung dari Allah SWT.

Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 621 M, pada tahun ke-10 kenabian beliau. Isra Mi’raj juga disebutkan secara gamblang dalam Al-Qur’an, di antaranya dalam Surah Al-Isra ayat 1 dan Surah An-Najm ayat 13-18.

Peristiwa Ajaib Pertama: Perjalanan dengan Buraq yang Melampaui Batas Akal

Buraq, Kendaraan Istimewa dari Allah

Keajaiban pertama dimulai saat Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan bersama Malaikat Jibril menggunakan Buraq. Buraq bukanlah kendaraan biasa. Buraq digambarkan sebagai makhluk berwarna putih, berukuran lebih besar dari keledai namun lebih kecil dari bagal, dengan kecepatan yang jauh melampaui bayangan manusia.

Dalam sekejap, jarak antara Mekah dan Palestina menjadi pendek sebab pada masa itu biasanya ditempuh berbulan-bulan lamanya. Namun pada saat itu dapat dilalui hanya dalam satu malam. Sebuah perjalanan yang benar-benar melampaui batas ruang dan waktu.

Singgah di Tempat-Tempat Bersejarah

Dalam perjalanan Isra', Rasulullah SAW sempat berhenti di beberapa lokasi penting, di antaranya:

  • Yatsrib (Madinah), kota yang kelak menjadi tempat hijrah beliau
  • Gunung Sinai, tempat Nabi Musa AS menerima wahyu
  • Bethlehem, tempat kelahiran Nabi Isa AS

Pada setiap tempat yang beliau singgahi tersebut, Nabi Muhammad SAW menunaikan shalat dua rakaat. Ini menjadi simbol penghormatan kepada para nabi sebelumnya dan menegaskan bahwa risalah Islam merupakan kelanjutan dari risalah para rasul terdahulu.

Pesan di Balik Perjalanan Ini

Perjalanan Isra bukan hanya tentang mukjizat fisik. Di dalamnya terselip pesan kuat bahwa bagi Allah SWT, tidak ada yang mustahil. Segala hukum alam bisa dilampaui oleh kehendak-Nya. Bagi umat Islam, kisah ini mengingatkan bahwa iman tidak selalu bisa diukur dengan logika semata.

Peristiwa Ajaib Kedua: Bertemu Para Nabi di Langit

Mi’raj Menuju Langit-Langit

Setibanya di Masjidil Aqsa, perjalanan berlanjut ke fase Mi’raj. Nabi Muhammad SAW dibimbing Malaikat Jibril naik menembus tujuh lapis langit. Di setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan nabi-nabi yang berbeda.

Pertemuan yang Sarat Makna

  1. Langit pertama: Nabi Adam AS
  2. Langit kedua: Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
  3. Langit ketiga: Nabi Yusuf AS
  4. Langit keempat: Nabi Idris AS
  5. Langit kelima: Nabi Harun AS
  6. Langit keenam: Nabi Musa AS
  7. Langit ketujuh: Nabi Ibrahim AS

Setiap pertemuan berlangsung penuh kehangatan dan penghormatan. Khusus pertemuan dengan Nabi Musa AS, terdapat dialog penting yang kelak berpengaruh besar terhadap jumlah shalat umat Islam.

Makna dari Perjumpaan Ini

Pertemuan-pertemuan tersebut menegaskan bahwa seluruh nabi membawa misi yang sama, yaitu mengajak manusia untuk bertauhid dan tunduk kepada Allah SWT. Selain itu, peristiwa ini juga menunjukkan kedudukan istimewa Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi.

Peristiwa Ajaib Ketiga: Perintah Shalat Langsung dari Allah SWT

Momen Paling Agung dalam Isra Mi’raj

Puncak dari perjalanan Mi’raj terjadi saat Nabi Muhammad SAW mencapai Sidratul Muntaha. Di tempat inilah beliau menerima perintah shalat langsung dari Allah SWT, tanpa perantara. Bahkan Malaikat Jibril pun tidak mampu melanjutkan perjalanan melewati batas tersebut.

Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa AS dan permohonan Rasulullah SAW, jumlah tersebut dikurangi hingga menjadi lima waktu, dengan pahala setara 50 shalat.

Pelajaran dari Proses Ini

Peristiwa ini menunjukkan:

  • Besarnya kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia
  • Kepedulian Nabi Muhammad SAW terhadap umatnya
  • Keutamaan shalat sebagai ibadah paling istimewa

Shalat menjadi satu-satunya ibadah yang perintahnya diterima langsung di langit, bukan melalui wahyu di bumi.

Hikmah Besar dari Peristiwa Isra Mi’raj

Dari keseluruhan kisah Isra Mi’raj, kita dapat mengambil banyak pelajaran, di antaranya:

  1. Tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT
  2. Shalat memiliki kedudukan yang sangat agung
  3. Seluruh nabi membawa ajaran tauhid yang sama
  4. Rahmat Allah sangat luas bagi umat-Nya
  5. Nabi Muhammad SAW memiliki kedudukan yang sangat mulia

Menjadikan Shalat sebagai Mi’raj Kita

Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang penuh keajaiban dan hikmah. Dari perjalanan menembus ruang dan waktu, perjumpaan dengan para nabi, hingga penerimaan perintah shalat langsung dari Allah SWT, semuanya menunjukkan kebesaran Allah dan kemuliaan Rasulullah SAW.

Kisah ini mengingatkan kita bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setiap kali kita shalat, sejatinya kita sedang melakukan “mi’raj kecil” dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang terasa mustahil bagi manusia, sangat mudah bagi Allah SWT. Maka, mari jadikan peristiwa Isra Mi’raj sebagai pengingat untuk memperbaiki kualitas iman dan ibadah kita.

Yuk, Perkuat Iman Kita!

Setelah memahami keajaiban Isra Mi’raj, sudahkah kita menjalankan shalat lima waktu dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan? Ingat, shalat adalah hadiah langsung dari Allah SWT untuk umat Nabi Muhammad SAW.

Bagikan tulisan ini kepada orang-orang terdekat agar semakin banyak yang memahami makna besar di balik Isra Mi’raj. Jangan lupa juga membaca artikel lain seputar hikmah shalat dan kisah inspiratif para nabi.

Semoga peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Wallahu a’lam bishawab. Semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Aamiin.

as

Posting Komentar untuk "3 Kejadian Ajaib Selama Perjalanan Isra Mi'raj yang Wajib Kamu Ketahui"